Kamis, 05 Maret 2015

Harga dan Spesifikasi Hp Telepon Satelit Ericsson r190 Jadul

Ericsson r190, handphone dengan jaringan satelit ini kini semakin banyak diburu para kolektor, bukan hanya kemampuannya yang dapat digunakan di daerah-daerah terpencil namun juga karena kini handphone bermerk ericsson sudah tak ada lagi. Handphone ini memang sudah tidak diproduksi lagi, terlebih sekarang sang produsen "ericsson" sudah tidak memproduksi handphone setelah saham mereka diakuisisi perusahaan "sony". Ericsson r190 diperkenalkan tahun 2000, yang menarik adalah handphone ini dibekali jaringan GSM dan satelit, memang di Indonesia sendiri handphone dengan jaringan satelit kurang diminati karena biaya perpanggilannya sangat mahal, tapi pengguna r190 tidak perlu khawatir karena r190 juga dapat digunakan sebagai hp GSM. 


Pebedaan hp satelit dan GSM terletak pada base transceiver station (BTS), BTS dari telepon satelit disimpan di udara (angkasa) sehingga memiliki jangkauan lebih luas dibanding telepon berbasis GSM yang menempatkan BTS-nya di darat. GSM menggunakan tower untuk membuat jaringan, sehingga daerah terpencil biasanya tak terjangkau oleh jaringan GSM karena tidak adanya tower jaringan, sedangkan telepon satelit tidak menggunakan infrastruktur yang ada di bumi sama sekali. Bagi yang suka traveling ke daerah-daerah pedalaman, pegunungan atau lautan tentu hp ini sangat dibutuhkan karena jaringan satelit mampu menjangkaunnya. Kelebihan dari hp satelit diantaranya :
  • Mampu digunakan dengan orang-orang yang tinggal di daerah terpencil dan tidak terjangkau jaringan telepon GSM 
  • Telepon satelit memiliki jangkauan telepon yang tidak mudah terputus oleh cuaca dan bencana alam, berbeda dengan GSM yang mudah terpengaruh oleh cuaca atau keadaan sekitar BTS. 
  • Menghubungkan dua lokasi yang sangat jauh dalam waktu yang sangat singkat 
  • Menjangkau hinga ke tengah lautan atau samudera 
  • Kebanyakan Telepon satelit tahan terhadap air dan guncangan 
Walaupun memiliki beberapa kelebihan tersebut di atas, namun hp satelit juga memiliki beberapa kekurangan seperti biaya panggilan yang mahal, harga unit yang mahal, bentuk hp biasanya besar dan berat, harus digunakan di luar ruangan karena jaringan satelit tak mampu menembus ruangan seperti GSM, bisa saja digunakan di dalam ruangan dengan catatan menggunakan antena yang disimpan diluar ruangan.

Di indonesia sendiri hp satelit sempat ramai di pertengahan tahun 2000an, kini hp satelit mulai banyak ditinggalkan setelah para operator GSM mulai memperbaiki kualitas dan jangkauan jaringan mereka. Walaupun tetap saja operator GSM tak mampu menembus daerah pedalaman, bahkan terkadang di daerah perkotaan pun jaringan GSM sering mengalami gangguan. Ada banyak hp satelit selain ericsson r190 yang populer di indonesia seperti telepon satelit byru marine, inmarsat ISATPHONE2, thuraya hughes, thuraya SatSleeve, THURAYA SG-2520, thuraya SO-2510, THURAYA XT, dll. 

Dari segi body hp ericsson r190 dan hp satelit lainnya memang terbilang bongsor, jika dibandingkan kebanyakan hp GSM. Dari material body yang digunakan r190 memiliki bahan plastik yang kokoh yang diklaim mampu menahan benturan dan anti jatuh. Memiliki antena eksternal dengan ukuran yang cukup besar dan panjang, namun antena tersebut bisa diganti dengan antena kecil ketika akan menggunakan jaringan GSM. Layar menggunakan monochrome seperti layaknya hp jadul lainnya. R190 memang sudah tidak diproduksi lagi dan harga second nya pun masih lumayan tinggi sekitar 2-5 juta.


Device type: Phone
Design: Classic
Released: 2000 r.
SIM card size: Mini Sim - Regular
GSM: 900
Other: Satellite
Dimensions (H/L/W): 130 x 50 x 32
Display: LCD 96x64px
Messaging: SMS
Weight: 299 g
Time GSM (talk/stand-by): 2.6 / 47 hrs. (2.0d)
Battery: NiMH 650 mAh
OS: Vendor
Phonebook memory: 99

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Harga dan Spesifikasi Hp Telepon Satelit Ericsson r190 Jadul

0 komentar:

Posting Komentar